Kamis, 01 Oktober 2009

Atas Nama Cinta

Atas nama cinta, orang sering memaksakan kehendaknya agar diberikan balasan yang sama. Namun kebanyakan pecinta jarang menyadari bahwa cinta itu punya jiwa sendiri. Ia bekerja di alam bawah sadar yang mengendalikan semua aktifitas manusia. Kadang kita sering terjebak mana suara getaran cinta dan mana yang sedang bisikan hewaniyah. Semua bercampur dalam balutan getaran, sehingga bagi mereka yang tidak punya filter selalu menafsirkan itulah cinta. Padahal ada getaran nafsu yang bersembunyi dalam indahnya cinta, sehingga yang dicintai tidak sadar ia dalam bahaya.

Kini kalau kita melihat banyak korban atas nama cinta, sejatinya mereka bukan terkena kejahatan cinta, tapi kejahatan nafsu yang berbaju cinta. Inilah awal petaka umat manusia. Kalau begitu bagaimana kita memaknai semua ini ? Seorang guru sufi bercerita, cinta itu semakin misterius saat kita mempertanyakan kedalamannya.Semakin bertanya semakin sulit mencari jawabannya, namun ia ada bersama kehidupan dan menopang kehidupan manusia. Maka seharusnya cinta itu mengabadikan hubungan manusia, namun kenyataannya atas nama cinta kita saling membenci dan merusak tatanan. Kita semakin egois dengan mengatasnamakan cinta. ***

1 komentar:

  1. Cinta yang tulus mengerti bagaimana car mencintaiMU,Yang bisa mengajari agar selalu ad di jalanMU....HEHE

    BalasHapus